SPIKma 2026: Belajar Percaya di Tengah Ketidakpastian Melalui Iman
Makassar, 06 Juni 2026 — Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Makassar (HMJ-TLM PKM) tahun 2026 sukses menyelenggarakan Seminar Pengembangan Iman Mahasiswa Kristen (SPIKma) yang bertempat di Ruang Theater Direktorat Poltekkes Kemenkes Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Kristen dari berbagai tingkatan yang hadir dengan antusias untuk memperdalam pemahaman iman serta memperoleh penguatan rohani dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Mengangkat tema “Overthinking vs Iman: Belajar Percaya di Tengah Ketidakpastian”, seminar ini dibawakan oleh Ps. Peter Theocaris dengan dasar firman Tuhan dari 1 Petrus 5:7, yang mengajak setiap peserta untuk menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan karena Ia senantiasa memelihara umat-Nya.
Dalam pemaparannya, Ps. Peter Theocaris menjelaskan bahwa overthinking sering kali muncul ketika seseorang terlalu fokus pada ketidakpastian, ketakutan akan masa depan, maupun hal-hal yang berada di luar kendalinya. Kondisi tersebut dapat menguras energi, menimbulkan kecemasan, dan membuat seseorang kehilangan fokus terhadap tujuan hidup yang telah Tuhan rancangkan.
Melalui seminar ini, peserta diajak untuk memahami bahwa tidak semua hal dapat dikendalikan oleh manusia. Ada hal-hal yang dapat diusahakan dan diubah, namun ada pula hal-hal yang perlu diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Oleh karena itu, iman menjadi kunci penting dalam menghadapi ketidakpastian, karena iman mengajarkan untuk tetap melangkah sekalipun tidak mengetahui seluruh rencana yang ada di depan.
Salah satu pesan yang menarik perhatian peserta adalah bahwa Tuhan tidak menunggu seseorang menjadi sempurna untuk dipakai-Nya. Sebaliknya, Tuhan sering kali memulai pekerjaan-Nya melalui apa yang telah dimiliki seseorang saat ini. Pesan ini mengingatkan mahasiswa untuk tidak terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain atau merasa tidak cukup, melainkan belajar melihat potensi yang telah Tuhan percayakan dalam diri masing-masing.
Selain menjadi sarana pembinaan rohani, SPIKma 2026 juga menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk kembali membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan. Melalui materi yang disampaikan, peserta diajak untuk mengubah kekhawatiran menjadi doa, ketakutan menjadi kepercayaan, dan keraguan menjadi langkah iman.


Komentar
Posting Komentar