Imunoserologi
IMUNOSEROLOGI
Imunoserologi adalah pemeriksaan yang berfokus pada proses identifikasi antibodi. Tidak hanya antibodi, nyatanya penyakit yang berhubungan dengan masalah kesehatan akibat penyakit autoimun pun menjadi salah satu yang menjadi fokus pada tes imunoserologi. Penyakit autoimun merupakan jenis kondisi dimana sistem daya tahan tubuh dapat berubah dan akan melawan jaringan tubuh kamu yang sehat.
Penyakit yang terdeteksi dengan melakukan tes imunoserologi
1. Penyakit Menular Seksual penyakit menular seksual menyebar melalui hubungan intim, baik secara vaginal, anal (melalui dubur), atau oral (melalui mulut). Penularan juga dapat terjadi melalui transfusi darah atau berbagi pakai jarum suntik dengan penderita. Penyakit menular seksual dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, atau parasit. macam-macam penyakit menular seksual:
~ Sifilis
~ Gonore
~ Human papillomavirus (HPV)
~ human immunodeficiency virus (HIV)
~ Chlamydia
~ Trikomoniasis
~ Hepatitis B dan C
~ Herper genital
~ Lymphogranuloma venereum (LGV)
~ Granuloma inguinale
2. Penyakit Rematik
Rematik atau rheumatoid arthritisadalah penyakit yang ditandai dengan nyeri dan peradangan pada sendi. Kondisi in merupakan penyakit autoimun, yakni kondisi ketika sistem imun pada tubuh seseorang menyerang sel-sel tubuhnya sendiri.
Macam-macam penyakit rematik.
~ Rheumatoid Arthritis
~ Sindrom Sjogren
~ Ankylosing Spondylitis
~ Lupus
~ Artritis Psoriasis
3. Penyakit Torch
TORCHS, adalah singkatan dari beberapa nama penyakit infeksi, yaitu Toksoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex virus, dan Sifilis.
penyakit-penyakit yang tergolong ke dalam TORCH:
~ Toksoplasmosis
~ Rubella
~ Cytomegalovirus (CMV)
~ Herpes simplex virus (HSV)
~ Sifilis
Gejala-gejala penyakit infeksi yang tergolong ke dalam TORCH, seperti:
· Berat dan panjang badan yang lebih kecil dari bayi seusianya
· Katarak
· Trombositopenia
· Kejang
· Kelainan jantung
· Tuli
· Pembesaran hati dan limpa
· Sakit kuning (jaundice)
· Keterlambatan pertumbuha
4. Penyakit Hepatiti
Hepatitis adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan pada organ hati. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi virus, kebiasaan minum alkohol, paparan zat beracun atau obat-obatan tertentu.
Gejala Hepatitis
· Mengalami gejala seperti flu, mual, muntah, demam, dan lemas.
· Feses berwarna pucat.
· Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan.
· Nyeri di bagian perut.
· Turun berat badan.
· Urine menjadi gelap seperti teh.
· Kehilangan nafsu makan.
Pencegahan Hepatitis
· Melakukan vaksinasi. Sekarang ini sudah ada vaksin yang bisa mencegah hepatitis A dan B, tapi belum ada vaksin untuk hepatitis C.
· Mengurangi konsumsi alkohol.
· Menjaga kebersihan sumber air.
· Mencuci bahan makanan yang dikonsumsi, terutama kerang dan tiram, sayuran, serta buah-buahan.
· Tidak berbagi pakai sikat gigi, pisau cukur, atau jarum suntik dengan orang lain.
· Tidak menyentuh darah tanpa sarung tangan pelindung.
· Melakukan hubungan seksual yang aman. Misalnya, menggunakan kondom atau tidak berganti-ganti pasangan (setia pada satu pasangan).
https://www.alodokter.com/pemeriksaan-torch-ini-yang-harus-anda-ketahui
https://www.halodoc.com/kesehatan/hepatitis
https://www.halodoc.com/artikel/kenali-perbedaan-serologi-dan-imunoserologi
https://www.alodokter.com/penyakit-menular-seksual-pms
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1635/rematik
🔊Mau tau info menarik mengenai kegiatan HMJ-TLM PKM?🤗😎
Stay tune terus yah di akun sosial media kami🔔🍃,dan jangan lupa juga kunjungi sosial media kami dibawah ini✨✨
➖➖➖➖➖➖➖➖
📸instagram : @hmjtlmpkm
👥Facebook : HMJ TLM PKM
📽Youtube : HMJ TLM PKM
📱Tiktok : HMJ TLM PKM
📧Email : hmjtlmpkm@gmail.com
Komentar
Posting Komentar