Apakah Tuberkulosis (TB) merupakan Penyakit Menular ?
Tuberkulosis
(TB)
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit
menular yang berpotensi serius dan umumnya menyerang paru-paru. Penyebab
tuberkulosis adalah infeksi dari bakteri Mycobacterium tuberculosis yang
dapat menyebar melalui kelenjar getah bening dan aliran darah ke organ dalam
tubuh. Kebanyakan orang yang terkena TB tidak pernah menunjukkan gejala karena
bakteri dapat hidup dalam bentuk tidak aktif pada tubuh dan dapat menjadi aktif
ketika sistem kekebalan tubuh menurun. Tuberkulosis ditularkan melalui udara
adalah dengan cara bila seseorang menghirup cairan yang telah terinfeksi Mycobacterium
tuberculosis seperti air liur atau lendir atau darah dari
penderita TB. Penyakit TB dapat berakibat fatal jika tidak ditangani secara
tepat. Penegakkan diagnosis TB adalah dengan pengecekkan tes darah, X-ray pada
bagian dada, pengecekkan sputum atau lendir.
Tanda dan Gejala TB
Ketika tubuh telah terinfeksi oleh kuman tuberkulosis, sistem kekebalan tubuh
dapat mencegah kuman tersebut aktif. Berdasarkan kondisi tersebut kuman TB
dapat dibagi menjadi dua jenis :
TB Pasif
Pada kondisi ini seseorang memiliki infeksi TB tetapi bakteri pada tubuh dalam
keadaan tidak aktif dan tidak menimbulkan gejala. Tb pada jenis ini tidak
menular. TB pasif dapat berubah menjadi aktif sehingga pengobatan tetap penting
bagi penderita TB pasif dan juga dapat membantu mencegah penyebaran/penularan
TB.
TB Aktif
Pada kondisi ini seseorang mengalami sakit dan dapat menular ke orang lain. TB
dapat langsung aktif pada minggu pertama setelah infeksi atau terjadi pada
tahun selanjutnya. Berikut beberapa tanda dan gejala TB aktif :
- Batuk
berlangsung selama tiga minggu atau lebih.
- Batuk darah
- Nyeri dada ketika
bernafas atau batuk.
- Penurunan berat
badan tanpa sebab yang jelas.
- Lebih cepat lelah.
- Demam.
- Berkeringat pada
malam hari tanpa sebab yang jelas.
- Meriang.
- Kehilangan selera
makan.
Tuberculosis juga dapat mempengaruhi
bagian lain dari tubuh seperti ginjal, tulang belakang, atau otak. Saat TB
berada diluar paru-paru, maka tanda dan gejalanya sesuai dengan organ yang
terinfeksi. Misalnya, jika seseorang terinfeksi TB pada tulang belakang maka
akan mengalami gejala seperti nyeri punggung.
Faktor Resiko
Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko TB :
- Kontak langsung
dengan penderita TB
Resiko terinfeksi TB berhubungan dengan sifat TB dan lama paparannya seperti contohnya bila salah satu anggota rumah tangga terkena TB maka faktor resiko 1 dari 3 orang kemungkinan tertular. - Faktor usia
Orang lanjut usia dan anak-anak memiliki resiko lebih tinggi terkena TB karena sistem kekebalan tubuh yang kurang kuat sehingga lebih mudah terinfeksi TB. - Sistem kekebalan
tubuh
Sistem kekebalan tubuh yang melemah karena penyakit dan obat dapat menjadi penyebab mudahnya terkena TB. Contoh penyakit yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh adalah HIV/AIDS, diabetes melitus, dan gangguan ginjal yang parah. Contoh terapi pengobatan yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh adalah terapi kanker (kemoterapi), obat yang digunakan untuk rheumatoid arthritis. - Melakukan
perjalanan ke daerah mayoritas terinfeksi TB dapat meningkatkan faktor
resiko terkena TB karena pemaparan infeksi dalam waktu yang lama.
- Kondisi lingkungan
Kondisi lingkungan seperti tempat bekerja dan lingkungan perumahan dapat menjadi faktor resiko terinfeksi TB.
Terapi dan pengobatan
Terapi pengobatan Anti-TB adalah satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan.
Pengobatan TB membutuhkan waktu yang lebih lama minimal enam sampai sembilan
bulan. Pengobatan TB juga tergantung pada faktor usia, kondisi kesehatan,
respon terhadap obat, jenis TB dan lokasi terinfeksinya di tubuh.
Penggunaan obat TB kemungkinan memiliki efek samping yang membuat tidak nyaman
namun tidak membahayakan, seperti :
- Mual dan muntah.
- Kehilangan nafsu
makan.
- Kulit menjadi
berwarna kuning.
- Urin atau kencing
menjadi berwarna keruh bahkan kemerahan.
- Demam tanpa sebab.
Bagaimana cara pencegahan TB?
Pencegahan TB dapat dilakukan dengan mendapatkan vaksin Bacillus
Calmette-Guerin (BCG). Vaksin BCG umumnya diberikan saat bayi karena
dapat mencegah terinfeksi TB saat usia anak-anak. Selain itu, pencegahan TB
dapat dilakukan oleh seseorang yang terinfeksi TB dengan cara minum obat secara
rutin hingga tuntas. Selain itu, seseorang yang terinfeksi TB juga dapat
melakukan beberapa upaya untuk mencegah penularan TB:
- Hindari untuk
bepergian atau berada ditempat atau ruangan yang berisi banyak orang.
- Memiliki ventilasi
ruangan karena kuman tuberculosis dapat menyebar lebih mudah di ruangan tertutup
dan kecil dimana tidak ada sirkulasi udara.
- Menutup mulut
dengan tangan atau tisu ketika tertawa, bersin, atau batuk. Tisu yang
sudah digunakan masukkan kedalam plastic dan disegel sebelum dibuang.
- Menggunakan masker
khusus bagi penderita TB ketika berada disekitar orang terutama selama
tiga minggu pertama pengobatan. Upaya ini dapat membantu mengurangi resiko
penularan.
Sumber :
- Mayo Clinic. (2017, 08
Agustus). Tuberculosis. Diperoleh 09 November 2017 dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250
- Patient. (2014, 21 Mei).
Tuberculosis. Diperoleh 09 November 2017 dari: https://patient.info/doctor/tuberculosis-pro
- WebMD. (2017, 23 Maret). What
is Tuberculosis. Diperoleh 09 November 2017 dari: https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-basics#1
Komentar
Posting Komentar