TUDANG SIPULUNG HMJ AK-PKM
TUDANG SIPULUNG HMJ AK-PKM
Dalam tradisi budaya politik lokal Bugis
Makassar dikenal istilah tudang sipulung yang secara harfiah berarti “duduk
bersama”, namun secara konseptual merupakan ruang kultural yang demokratis bagi
publik (rakyat) untuk menyuarakan kepentingan kepentingannya dalam rangka
mencari solusi atas permasalahan permasalahan yang mereka hadapi.
Tudang sipulung ini menjadi ruang demokrasi
bagi publik untuk memperoleh kata mufakat atas pertikaian atau permasalahan
yang sedang dihadapi. Jika melihat esensi tudang sipulung, maka ruang kultural
tudang sipulung inilah yang dianggap oleh Habermas sebagai representasi ruang
publik politis (political public sphere) pada awal abad
ke 18 di Eropa, yang dapat memediasi antara kepentingan publik dengan
pemerintah (penguasa), sebenarnya telah ada sejak berlangsungnya masa-masa
kerajaan di Sulawesi Selatan.
Tudang Sipulung dalam bahasa Bugis Makassar,
secara harfiah dapat diartikan “duduk bersama”, yaitu “tudang” (duduk) dan
“sipulung” (berkumpul atau bersama sama), namun jika dihubungkan dengan
persoalan hubungan ketatapemerintahan atau ketatakewarganegara an, maka secara
kultural politis hal tersebut berhubungan masalah ruang publik atau ruang bagi
publik (rakyat) untuk menyuarakan kepentingan kepentingannya dalam rangka
mencari solusi atas permasalahan permasalahan yang mereka hadapi.
Untuk itu HMJ AK-PKM
mengadakan sebuah agenda yang mana itu adalah Tudang Sipulung yang merupakan
salah satu program kerja dari HUMAS dengan tujuan mewadahi seluruh civitas
akademika untuk menyampaikan seluruh aspirasi ke pihak kampus.
Agenda ini diadakan hari jumat 4 Mei 2018 yang
beralokasikan di Aula kampus jurusan analis kesehatan. Kegiatatan ini dihadiri
oleh Kajur, sekjur, bagian kemahasiswaan, serta seluruh civitas akedmika, acara
ini berjalan dengan penuh hikmat yg mana memiliki harapan besar semoga dengan
adanya kegiatan ini maka seluruh apresisasi dari mahasiswa dapat terealisasi.
Komentar
Posting Komentar